di serambi mekah
pernah terlintas di kepala sy bahwa kegiatan2 yg telah kita lakukan akan membawa kita ke suatu tempat yang berkaitan dengan kegiatan2 tersebut. ini semacam asumsi pribadi sy yg belum diteliti secara ilmiah.
sy pernah baca novel dengan judul yg sama persis dengan judul posting ini. novel itu karya tasaro. seorang novelis pribumi kesukaan sy, selain andrea hirata. novel itu bercerita tentang kisah cinta di aceh sebelum, saat, dan setelah tsunami melanda.
dan…voila! disinilah sy, sekitar empat tahun kemudian, di serambi mekah. dalam rangka apapun itu, dan bagaimanapun caranya, Sang Maha Kuasa membawa sy ke sini. sebulan penuh pula. ramadhan pula. subhanallah!

salah satu sisi banda aceh

sisi lain banda aceh yg serasa di luar negeri
omaaa.. apa jadinya ke banda aceh tak makan mie aceh? apalagi sy suka mencoba menu2 yg belum pernah sy coba, dan mie aceh adalah target utama sy. rasanya benar2 beda dari mie aceh yg di jakarta. di banda aceh, ternyata bakso adalah makanan terkenal dan mahal. semangkok bakso tenis di sana ‘hanya’ 20ribu rupiah saja. klo di jakarta bisa dapat 3 mangkok tuh. ada juga canai (baca: cane), yang enak dicocol kare ayam. ditambah lagi tempat makan canai di sana adalah tongkrongan anak2 muda banda aceh. di tempat yg bernama ‘canai mamak’ inilah gadis2 aceh tumpah ruah, hihihi. dan yg paling banyak di banda aceh adalah… kedai kopi! hampir di setiap ruas jalan ada kedai kopi. dan kebanyakan dari kedai kopi di sana dilengkapi dengan free wifi dan tivi. mantaaap!

the legend : mie razali

bakso sari rasa, dua puluh ribu saja

canai plus kare ayam, yumm2 ditambah jus kacang ijo

kopi dan martabak telur
sy suka banda aceh dan ingin menjelajahinya sekali lagi. tapi sy tidak suka hal dinas yg membawa sy berada di sana :P

